Tampilkan postingan dengan label Hematologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hematologi. Tampilkan semua postingan

Minuman Penambah Darah Untuk Penderita Anemia

Minuman Penambah Darah Untuk Penderita Anemia


Minuman Penambah Darah
Credit: maxpixel(dot)freegreatpicture(dot)com (modifikasi)


Anemia merupakan sejenis kelainan darah yang juga dikenal oleh masyarakat sebagai penyakit kurang darah. Darah merupakan cairan vital yang mengalir melalui pembuluh darah dan arteri kita. Tubuh kita mengandung sekitar 5 sampai 6 liter darah yang terus dipompa ke seluruh tubuh oleh jantung. Darah membawa oksigen, nutrisi, dan senyawa penting lainnya. Selain itu darah juga berperan dalam membantu mengatur suhu tubuh, melawan infeksi, dan membuang limbah dari tubuh. Ketika ada sesuatu yang salah dalam darah, ia bisa berdampak besar pada kesehatan dan kualitas hidup kita.


Pada kondisi anemia, tubuh tidak memiliki kadar eritrosit (sel darah merah) yang cukup. Sel darah merah adalah satu dari tiga jenis utama sel darah. Eritrosit mengandung hemoglobin, yaitu sejenis protein yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Bila kita tidak memiliki sel darah merah yang cukup atau jumlah hemoglobin dalam darah kita rendah, tubuh kita tidak mendapatkan cukup oksigen yang dibutuhkan. Akibatnya, kita mungkin merasa lelah atau memiliki gejala lainnya.

Anemia dapat terjadi jika tubuh kita membuat terlalu sedikit sel darah merah, menghancurkan terlalu banyak sel darah merah, atau bisa juga karena kehilangan terlalu banyak sel darah merah. Pada kebanyakan kasus kurang darah di masyarakat, anemia terjadi karena tubuh kita terlalu sedikit membuat sel darah merah sehingga membuat hemoglobin dalam tubuh kita rendah. Tubuh kita membutuhkan zat besi, vitamin B12, asam folat, serta sejumlah kecil vitamin dan mineral lainnya yang bisa didapatkan dari makanan yang kita makan.

Nah pada artikel ini, akan dibahas apa saja jenis jus atau minuman yang secara ilmiah telah terbukti berpotensi sebagai minuman penambah darah untuk pasien yang mengalami anemia, terutama pada mereka yang mengalami anemia karena kekurangan asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh sebagai ‘bahan’ untuk membuat sel darah merah (eritrosit).

1. Minuman yang mengandung zat besi

Peneliti dari Filipina yaitu Angeles-Agdeppa dan teman-temannya melakukan penelitian untuk mengetahui efek dari minuman yang mengandung zat besi pada pasien yang mengalami anemia (kurang darah). Seratus pasien yang mengalami anemia dipilih secara acak dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberi minuman yang mengandung zat besi, sedangkan kelompok dua diberi minuman yang tidak mengandung zat besi.

Pemberian minuman ini dilakukan selama 100 hari, lima hari dalam seminggu di bawah pengawasan ketat. Kadar hemoglobin serta feritin plasma (zat besi dalam tubuh) diukur sebelum dan sesudah pemberian minuman ini. Prevalensi anemia secara signifikan berkurang pada kelompok pertama yang diberi minuman yang mengandung zat besi. Riset ini menunjukkan bahwa minuman khusus yang diperkaya zat besi efektif dalam mengurangi prevalensi anemia.

2.  Minuman yang mengandung asam sitrat dan jus lemon
Minuman Penambah Darah - Jus Lemon
Credit: pexels(dot)com
Peneliti dari Jepang Takatera, dan kawan-kawan menyelidiki efek asam sitrat dan jus lemon pada penyerapan zat besi dalam tubuh dan perbaikan kondisi anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa konsentrasi hemoglobin secara signifikan lebih tinggi pada kelompok yang diberi minum minuman yang mengandung asam sitrat dan jus lemon.

Kadar zat besi dan nilai hematokrit darah juga secara signifikan lebih tinggi pada kelompok intervensi dibandingkan pada kelompok kontrol. Hasil penelitian mereka ini menunjukkan adanya efek yang menguntungkan dari asam sitrat dan jus lemon pada bioavailabilitas zat besi yang dapat membantu menambah darah dan mengatasi anemia akibat kekurangan zat besi.

3. Jus apel dan jus jeruk
Minuman Penambah Darah - Jus Apel dan Jus Jeruk
Credit: publicdomainpictures(dot)net
Dokter Shah dan teman-temannya melakukan penelitian untuk mengukur penyerapan zat besi pada pasien yang meminum jus apel ataupun jus jeruk. Sebanyak 25 anak berusia 3 sampai 6 tahun direkrut dalam penelitian ini. Para anak-anak ini diberikan jus jeruk dan jus apel selama 2 hari berturut-turut.

Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa penyerapan zat besi setelah konsumsi jus apel dan jus jeruk secara signifikan meningkat yang ditunjukkan dengan meningkatnya konsentrasi feritin serum (zat besi dalam tubuh). Penelitian ini menunjukkan bahwa baik jus apel maupun jus jeruk sangat berpotensi memberikan manfaat untuk menambah darah bagi mereka yang terkena anemia (kurang darah) akibat kurangnya zat besi dalam tubuh.

4. Jus atau sari kacang hijau
 
Minuman Penambah Darah - Jus Sari Kacang Hijau
Credit: pixabay(dot)com
Penelitian-penelitian yang sudah ada menyebutkan bahwa kacang hijau dapat mengatasi anemia karena kacang hijau mengandung zat-zat yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan dan maturasi (pematangan) sel-sel darah. Heltty tahun 2008 melakukan penelitian untuk tesisnya, ia meneliti pengaruh jus kacang hijau terhadap kadar hemoglobin dan jumlah sel darah (eritrosit, leukosit, dan trombosit) di RSUP Fatmawati Jakarta.

Jumlah sampel sebanyak 56 orang yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing kelompok 28 orang, yaitu kelompok kontrol yang tidak diberi jus kacang hijau dan kelompok intervensi yang diberi jus kacang hijau. Sebanyak 28 orang pada kelompok intervensi, diberi jus kacang hijau selama tujuh hari dengan pemberian dua gelas (250 cc) per hari.

Hasil penelitiannya diperoleh bukti adanya peningkatan kadar hemoglobin dan sel darah secara signifikan pada kelompok intervensi. Itu artinya pemberian jus kacang hijau dapat bermanfaat bagi peningkatan kadar hemoglobin dan jumlah sel darah, dengan kata lain dapat berpotensi sebagai minuman penambah darah.

5. Jus bayam merah
 
Minuman Penambah Darah - Jus Bayam Merah
Credit: wikipedia(dot)org
Seperti yang sudah kita ketahui, zat besi mampu memperbaiki kondisi anemia. Salah satu sumber zat besi dari bahan alami adalah bayam merah (amaranthus tricolor L). Astuti dan kawan-kawan mencoba melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsumsi jus bayam merah dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil.

Sebanyak 20 orang ibu hamil yang memenuhi kriteria direkrut sebagai sampel penelitian. Dua puluh ibu hamil ini diberikan jus bayam merah satu kali sehari selama 2 minggu berturut-turut. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum, satu minggu setelah, dan dua minggu setelah pemberian jus bayam merah.

Hasil analisis penelitian mereka menunjukkan bahwa pemberian jus bayam merah secara signifikan mampu meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil tanpa adanya efek samping yang bermakna. Maka dari itu, jus bayam merah ini bisa jadi pilihan Anda sebagai minuman penambah darah.

6.  Jus jambu biji
 
Minuman Penambah Darah - Jus Jambu Biji
Credit: pixabay(dot)com
Pasien yang mengalami kekurangan darah (anemia) perlu didukung dengan pola gizi yang mengandung nutrisi untuk sintesis hemoglobin seperti zat besi dan vitamin C. Pratiwi tahun 2015 melakukan penelitian untuk tesisnya dengan menganalisis pengaruh konsumsi jus jambu biji terhadap perubahan kadar hemoglobin dan kadar feritin pada pasien ibu hamil yang mengalami anemia.

Sebanyak 26 pasien diikutsertakan dalam penelitian, yang terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Hasil uji penelitiannya menunjukkan adanya pengaruh konsumsi jus jambu biji terhadap kadar hemoglobin kadar feritin serum (zat besi dalam darah). Melalui hasil penelitiannya ini, ia menyimpulkan bahwa pemberian jus jambu biji secara signifikan mampu mempengaruhi meningkatkan kadar hemoglobin dan kadar feritin dalam tubuh, sehingga disarankan bagi wanita hamil maupun pasien lain yang mengalami anemia untuk mengonsumsi jus jambu biji sebagai minuman penambah darah.


Bagaimana? Sekarang Anda sudah tahu kan apa saja jenis minuman yang bisa dikonsumsi sebagai minuman penambah darah? Minuman atau jus-jus ini telah terbukti secara ilmiah mampu menambah produksi sel darah merah pada para penderita anemia!

Sekian artikel ini saya sudahi, semoga memberikan manfaat bagi Anda yang sedang mencari referensi tentang minuman penambah darah ^_^


Referensi:

Angeles-Agdeppa I, Magsadia CR, Capanzana MV. (2011). Fortified juice drink improved iron and zinc status of schoolchildren. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition. 2011;20(4):535-543.

Astuti EW, Sugit, Widyastuti AH. (2015). Pengaruh Konsumsi Jus Bayam Merah Terhadap Peningkatan Kadar Hb pada Ibu Hamil di Kecamatan Tawangmangu. Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 6 No. 1 Edisi Juni 2015, hlm. 72-79.

Heltty. (2008). Pengaruh Jus Kacang Hijau Terhadap Kadar Hemoglobin dan Jumlah Sel Darah Dalam Konteks Asuhan Keperawatan Pasien Kanker dengan Kemoterapi. (Tesis). Jakarta: FIK Universitas Indonesia.

NHLBI. (2011). Your Guide to Anemia. NIH Publication No. 11-7629:September 2011. The National Heart, Lung, and Blood Institute: USA.

Pratiwi EN. (2015). Pengaruh Pemberian Jus Jambu Biji Terhadap Perubahan Kadar Hemoglobin dan Kadar Feritin Ibu Hamil yang Mendapat Suplementasi Tablet Fe (Di Puskesmas Sawit II Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Boyolali). (Tesis). Semarang: FK UNDIP.

Shah M, Griffin IJ, Lifschitz, et al. (2003). Effect of Orange and Apple Juices on Iron Absorption in Children. Archive of Pediatric and Adolescence Medicine. 2003;157(12):1232-1236.

Takatera K, Miyake Y, Hiramitsu M, & Katagiri T. (2012). Effects of Citric Acid and Lemon Juice on Iron Absorption and Improvement of Anemia in Iron-Deficient Rats. Food Science Technology Research, 2012;18(1):127-130.


Anemia Pada Ibu Hamil: Penurunan Hb Pada Masa Kehamilan

Anemia Pada Ibu Hamil: Penurunan Hb Pada Masa Kehamilan
Anemia pada Ibu Hamil

Anemia pada Ibu Hamil

Anemia bukan merupakan suatu penyakit tetapi keadaan yang ditandai dengan menurunnya kadar hemoglobin (Hb) di bawah normal. Biasanya diikuti pula dengan penurunan nilai hematokrit. Kadar Hb tergantung pada umur, jenis kelamin, letak geografis dan metode pemeriksaan. Pada wanita hamil Hb umumnya lebih rendah dari wanita tidak hamil. Wanita hamil dikatakan anemia bila kadar hemoglobin kurang dari 11 gr % (baca tentang: minuman penambah darah pada penderita anemia).

Patofisiologi anemia pada ibu hamil

Pada masa kehamilan terjadi peningkatan cairan tubuh dalam jumlah besar yang terutama disebabkan oleh meningkatnya volume plasma darah dan cairan ekstraseluler. Jumlah ini mulai meningkat selama beberapa minggu setelah proses konsepsi dan mencapai jumlah maksimum yaitu meningkat sebesar 50% dalam waktu sekitar 34 minggu.

Apabila ketersediaan nutrisi atau sintesis sel-sel darah tidak seimbang dengan peningkatan volume plasma, maka konsentrasi per 100 ml darah akan berkurang meskipun secara keseluruhan jumlah atau volume darah bertambah. Produksi sel darah merah terpacu selama kehamilan sehingga jumlahnya pun meningkat, tetapi peningkatan ini tidak sebesar peningkatan yang terjadi pada plasma.

Jumlah hemoglobin dalam setiap sel darah merah tidak berubah, namun karena jumlah sel darah merah per 100 ml darah lebih sedikit, hemodilusi pun terjadi. Hemodilusi atau pengenceran darah ini mulai tampak setelah konsepsi (sekitar 16 minggu usia kehamilan) dan mencapai jumlah maksimum yaitu meningkat sebesar 50% dalam waktu sekitar 34 minggu.

Selain berakibat pada berkurangnya konsentrasi hemoglobin, lambatnya produksi sel darah merah dibandingkan peningkatan plasma darah ini juga menyebabkan penurunan hematokrit. Penurunan hemoglobin dan hematokrit terjadi pada trimester pertama dan kedua kehamilan. Dengan demikian, secara fisiologis penurunan kadar hemoglobin dalam batas tertentu pada masa kehamilan adalah hal yang normal. Namun, jika kadar hemoglobin lebih rendah dari batas minimal yang dianjurkan akan berakibat timbulnya anemia kehamilan.

Klasifikasi anemia pada ibu hamil

Anemia defisiensi besi

Anemia kehamilan yang paling sering dijumpai adalah anemia akibat kekurangan besi. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dalam makanan, karena gangguan resorpsi, gangguan penggunaan, atau karena terlampau banyaknya zat besi keluar dari tubuh, misalnya pada perdarahan. Keperluan akan zat besi bertambah dalam kehamilan, terutama dalam kehamilan trimester terakhir. Apabila masuknya zat besi tidak cukup ditambah dengan kehamilan, maka mudah terjadi anemia defisiensi besi, lebih-lebih pada kehamilan kembar.

Anemia megaloblastik

Anemia megaloblastik dalam kehamilan disebabkan karena defisiensi asam folik, jarang sekali karena defisiensi vitamin B12. Berbeda di Eropa dan Amerika Serikat frekuensi anemia megaloblastik dalam kehamilan cukup tinggi di Asia, seperti India, Malaysia, dan di Indonesia. Hal itu erat hubungannya dengan defisiensi makanan. Diagnosis anemia megaloblastik dibuat apabila ditemukan megaloblas atau premegaloblas dalam darah atau sumsum tulang. Sifat khas sebagai anemia makrositer dan hiperkrom tidak selalu dijumpai, kecuali bila anemianya sudah berat.

Anemia hipoplastik

Anemia pada wanita hamil yang disebabkan karena sumsum tulang kurang mampu membuat sel-sel baru, dinamakan anemia hipoplastik dalam kehamilan. Darah tepi menunjukkan gambaran normositer dan normo-krom, tidak ditemukan ciri-ciri defisiensi besi, asam folik, atau vitamin B12. Ciri lain ialah bahwa pengobatan dengan segala macam obat penambah darah tidak memberi hasil.

Etiologi anemia hipoplastik karena kehamilan hingga kini belum diketahui dengan pasti, kecuali yang disebabkan oleh sepsis, sinar rontgen, racun, atau obat-obat. Dalam hal yang terakhir, anemianya dianggap hanya sebagai komplikasi kehamilan. Karena obat-obat penambah darah tidak memberi hasil, maka satu-satunya cara untuk memperbaiki keadaan penderita ialah transfusi darah, yang sering perlu diulang sampai beberapa kali.

Biasanya anemia hipoplastik karena kehamilan, apabila wanita dengan selamat mencapai masa nifas, akan sembuh dengan sendirinya. Dalam kehamilan-kehamilan berikutnya biasanya wanita menderita anemia hipoplastik lagi. Anemia aplastik dan anemia hipoplastik berat yang tidak diobati mempunyai prognosis buruk, baik bagi ibu maupun buruk bagi anak.

Anemia hemolitik

Anemia hemolitik disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung lebih cepat dari pembuatannya. Wanita dengan anemia hemolitik sukar menjadi hamil, apabila ia hamil maka anemianya biasanya menjadi lebih berat. Sebaliknya mungkin pula bahwa kehamilan menyebabkan krisis hemolitik pada wanita yang sebelumnya tidak menderita anemia.

Frekuensi anemia hemolitik dalam kehamilan tidak tinggi. Terbanyak anemia ini ditemukan pada wanita negro yang menderita anemia sel sabit, anemia sel sabit-hemoglobin C, sel sabit-thalasemia, atau penyakit hemoglobin C. Di Indonesia terdapat juga penyakit thalasemia.

Penyebab anemia pada ibu hamil

Anemia pada kehamilan disebabkan meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin.

Kurangnya asupan zat besi yang dikonsumsi oleh ibu hamil.
Pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan.
Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi (Fe) pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi.

Tanda dan gejala anemia pada ibu hamil

Tanda dan gejala anemia pada ibu hamil di antaranya adalah:

- Lemah, letih, lesu, mudah lelah, dan lunglai
- Wajah tampak pucat
- Sering pusing
- Mata berkunang-kunang
- Nafsu makan berkurang (anoreksia)
- Sulit konsentrasi dan mudah lupa
- Sering sakit
- Nafas pendek (pada anemia berat)
- Keluhan mual muntah lebih hebat pada kehamilan muda

Pada bayi dan batita biasanya terdapat gejala seperti kulit pucat atau berkurangnya warna merah muda pada bibir dan bawah kuku.


Perubahan ini dapat terjadi perlahan-lahan sehingga sulit disadari. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, waspadalah karena itu adalah awal terkena anemia. Segera periksakan kadar hemoglobin dalam darah. Anemia dapat menimbulkan dampak negatif yang nantinya berpengaruh pada aktivitas sehari-hari seperti :

- Berkurangnya daya pikir dan konsentrasi.
- Berkurangnya prestasi.
- Berkurangnya semangat belajar dan bekerja.
- Menurunnya produktivitas kerja.
- Menurunnya kebugaran tubuh.
- Mudah terserang penyakit.
- Dapat mengakibatkan kelahiran bayi prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.

Pada bayi dan batita, anemia defisiensi besi dapat mengakibatkan gangguan perkembangan dan perilaku seperti penurunan aktivitas motorik, interaksi sosial dan konsentrasi.